blognya para pecinta ikan

Tips Memilih dan Mengolah Ikan

Tips memilih ikan

Ikan segar :
a. Insang tidak kering, warnanya harus masih merah segar
b. Mata ikan terlihat penuh, agak menonjol dan bersinar
c. Kulit ikan mengkilat, masih kencang dan masih melekat dengan daging.
d. Bila ditekan dengan telunjuk tangan kembali kebentuk semula.
e. Sisik tampak mengkilat dikulit
f. Bagian perut ikan tidak bengkak atau kempis.
g. Belum ada bau yang kuat seperti sangat bau amis, bahkan bau busuk.
h. Ikan yang berbau lumpur bukan berarti ikan tersebut tidak segar. Mungkin saja karena ikan ditangkap di daerah yang berlumpur. Untuk menghilangkan bau lumpur, rendam ikan selama 1-2 jam dengan campuran air dan cuka (1-2 sendok teh)

Ikan segar potongan :
• Bentuk potongan padat
• Daging ikan masih tampak mengkilat
• Daging masih kenyal, bila ditekan kembali ke bentuk asal
• Tidak berbau amis yang menyengat, apabila berbau busuk.
• Daging masih melekat kuat pada tulangnya.
• Tidak menampakkan warna kecoklatan atau kekuningan. Daging tidak kering

Ikan beku :
1) Dagingnya betul-betul dalam keadaan beku dan masih dikemas dengan baik.
2) Dagingnya masih segar, padat dan mengkilat
3) Tidak memiliki bagian yang terlihat kering akibat kerusakan karena pendinginan.
4) Ikan beku yang telah dicairkan harus segera dimakan, jangan dibekukan kembali, karena akan mengurangi mutu, kecuali setelah diolah.

Mengolah ikan

Untuk memilih ikan yang baik disarankan membeli ikan yang masih hidup, atau masih terlihat segar. Lantas bersihkan dan beri bumbu untuk dimasak sesuai selera. Cara memasak yang lazim adalah digoreng, dibakar, atau dibumbui dan diberi kuah. Agar kadar lemak tidak meningkat, maka ketika menggoreng atau membakar ikan tak perlu diolesi mentega. Selain itu memasak ikan dengan membakar, mengukus, menumis, dan menggunakan microwave dapat mempertahankan kelembaban ikan dan menjaga kandungan gizinya. Agar cita rasanya terjaga, jangan memasak terlalu matang. Ikan kaleng dapat bertahan beberapa tahun tanpa mengalami kemunduran mutu yang berarti. Proses pengalengan yang tepat membuat ikan dapat bertahan selama beberapa bulan. Sebaliknya, ikan olahan tradisional seperti ikan asap, ikan asin, dan pindang cepat mengalami kerusakan mutu bila hanya disimpan dalam suhu kamar. Ikan pindang akan segera busuk dalam beberapa hari, sedangkan ikan asap dan ikan asin sangat peka terhadap serangan jamur dan bakteri. Sebaiknya, ikan yang anda simpan dalam keadaan beku adalah ikan hasil tangkapan sendiri, dengan begitu akan tahu berapa lama daya simpannya. Ikan yang akan disimpan, sebaiknya isi perutnya dibuang, karena bagian perut bisa menjadi sumber kontaminasi. Bila Anda memancing ikan di laut, danau, sungai, atau kolam, atau membeli ikan ditempat pelelangan ikan atau dipasar yang letaknya cukup jauh dari rumah, simpanlah ikan dalam cooler (wadah tahan dingin) selama perjalanan. Sebelumnya, bungkus ikan dengan kain basah yang telah diberi larutan cuka. Begitu nyampe di rumah, buang isi perutnya dan masak ikan dengan segera. – 15 Agustus 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s