blognya para pecinta ikan

KIARA Tuntut Reorientasi Kebijakan Perikanan

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) melakukan aksi menuntut pemerintah untuk melakukan reorientasi kebijakan sektor perikanan. “Reorientasi kebijakan sektor perikanan diperlukan segera seiring dengan terjadinya krisis pangan dunia,” kata koordintor program KIARA Abdul Halim saat ditemui saat Aksi bersama sekitar 50 lebih aktivisi KIARA di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu.

Abdul Hakim mengatakan, saat ini terjadi penyusutan sumber daya laut yang menyengsarakan nelayan dan masyarakat miskin di Indonesia. Menurut dia, berdasarkan data FAO, sebesar satu miliar penduduk menderita kelaparan akut, dan kawasan Asia Tenggara dinilai dalam kondisi kekurangan pangan dan gizi dua kali lebih besar dibandingkan wilayah Sub Sahara Afrika.

Salah satu penyebabnya, adalah 75 persen dari hasil tangkapan ikan di wilayah Asia Tenggar hanya diperdagangkan ke negara Jepang, Amerika Serikat, Eropa dan China, “Ini sebuah bencana, malapetaka terjadi di sebuah kawasan yang memiliki sumber daya pangan perikanan yang luar biasa besarnya,” katanya.

Abdul Hakim mengatakan, salah satu bukti dari semakin turunnya gizi di masyarakat bawah adalah sulitnya ditemukan ikan terubuk dan ikan-ikan karang yang memiliki protein tinggi di pasar tradisional. Ia menambahkan, volume impor produk ikan di Indonesia setiap tahun meningkat. Pada 2008, impor produk ikan Indonesia mencapai 280 ribu ton atau setara 268 juta dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan 2007 yang hanya 120 ribu ton atau setara 160 juta dolar AS.
“Sebuah kesalahan kalau negara maritim terbesar yang dikarunia dengan lautan yang kaya, malahan harus mengimpor ikan , padahal ketahanan pangan merupakan kebutuhan pertahann suatu negara,” katanya.

Sementara itu, sampai saat ini konsumsi ikan nasional hanya 30 kg per orang pertahun. Sedangkan konsumsi ikan di Jepang sudah mencapai 120 kg per orang pertahun. Untuk menangani masalah perikanan yang semakin memburuk tersebut, pihaknya menuntut perlunya perlindungan nelayan dan wilayah tangkap tradisional dan revisi UU no 27/2007 tentang pengelolaan wilayah peissir dan pulau-pulau kecil yang dinilai tidak sejalan dengan keberlanjutan lingkungan untuk perikanan.

Begitu pula dengan UU perubahan No 31/2004 tentang Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 5/2008 tentang usaha perikanan tangkap. Sementara itu, aksi KIARA dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Para aktivis KIARA juga menyajikan aksi teatrikal yang dibawakan sekitar 10 orang. ant/kpo

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/90846/KIARA_Tuntut_Reorientasi_Kebijakan_Perikanan

Recent Posts :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s