blognya para pecinta ikan

Spesies

Ikan Terkecil Di Dunia Saat Ini

Sepintas ikan ini mirip ikan seluang rawa (Rasbora sp). Ikan dengan nama ilmiah paedocypris progenetica ini ditemukan di lahan gambut Sumatera. Tubuh ikan dewasa ini hanya sebesar nyamuk. Para penemu ikan ini mempublikasikan temuan itu dalam jurnal ilmiah Proceedings terbitan Inggris.
Ikan dengan tubuh transparan itu hidup di lahan gambut yang berkadar asam tinggi di Sumatera. Lahan gambut, yang sering pula disebut sebagai rawa ”air hitam” itu berkadar asam luar biasa tinggi. Kadar pH air lahan gambut ini hanya sampai 3. Para ilmuwan harus mengamati ikan ini dengan mikroskop stereoskopik khusus untuk bisa mengukur panjang ikan secara akurat.
Ikan dewasa terkecil yang berhasil ditangkap adalah Paedocypris progenetica betina. Panjang dari ujung mulut hingga ujung ekor hanya 7,9 mm. Jadi, selain sebagai ikan terkecil, spesies ini layak mendapat predikat sebagai vertebrata terkecil di dunia. Rekor ikan terkecil yang tercatat selama ini adalah ikan cebol Trimmatom nanus, yang panjangnya kurang lebih 8 mm. Perusakan lahan-lahan gambut di sumatera menjadi ancaman akan keberadaan ikan ini di masa mendatang, seharusnya kita bersyukur akan rahmat Yang Maha Kuasa atas kekayaan sumber daya alam kita, bukan malah di hancurkan. mungkin masih banyak lagi keunikan spesies-spesies ikan yang terdapat di perairan Indonesia.

Recent Posts :


Ikan Air Tawar yang Paling Berbahaya, Untung Tidak Ada di Indonesia

Masih ingat dengan ikan piranha yaitu ikan pemakan daging (Karnivora) dari hutan amazon. Keganasan ikan ini pun acapkali didokumentasikan menjadi film hollywood maupun artikel-artikel media cetak dan elektronik.

piranhaikan piranha dengan giginya

Walaupun Piranha adalah ikan yang berbahaya dan ganas, tapi anda sekalian harus tahu, bahwa ada ikan yang bisa jadi lebih berbahaya daripada piranha yaitu ikan Candiru atau canero (Vandellia cirrhosa) yang merupakan ikan air tawar yang sekelompok dengan ikan lele.

candiru1 (lebih…)


Ikan Sumatera

Ikan Sumatera (Puntius tetrazona) merupakan Ikan air tawar yang termasuk kedalam genus Puntius. ikan ini sering didapati pada sungai-sungai dangkal berarus sedang, yang jernih atau keruh. Ikan sumatra menyukai pH antara 6.0–8.0, dan kisaran temperatur air antara 20–26’C Ikan sumatera juga didapati di rawa-rawa, yang mengindikasikan bahwa ikan ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap perubahan kualitas air. Rata-rata lama hidup ikan sumatra adalah sekitar 6 tahun.

Ikan yang berukuran kecil, dengan panjang total (beserta ekor) mencapai 70mm. Tubuh berwarna kekuningan dengan empat pita tegak berwarna gelap; pita yang pertama melewati mata dan yang terakhir pada pangkal ekor. Gurat sisi tak sempurna, 22-25 buah dengan hanya 8-9 sisik terdepan yang berpori. Batang ekor dikelilingi 12 sisik. Tinggi tubuh sekitar setengah kali panjang standar (tanpa ekor).

Sekitar mulutnya, sirip perut dan ekor berwarna kemerahan. Sirip punggung dan sirip dubur berwarna hitam, namun warna hitam pada sirip punggung dibatasi oleh garis merah.Jenis yang diperdagangkan, selain yang berwarna kekuningan, ada pula individu yang kemerahan, kehijauan dan albino. Jenis yang berwarna kehijauan, yang sebetulnya adalah gejala melanisme pada ikan sumatra, dan yang berwarna albino merupakan hasil dari pembiakan selektif dalam penangkaran untuk meningkatkan nilai jual.

Di alam liar, ikan ini masih mudah untuk dijumpai terutama diperairan jernih dan mempunyai arus sedang. Di sumatera selatan tepatnya di kecamatan Talang Ubi Muara Enim ikan ini bahkan dijadikan ikan konsumsi dan bagi para pemancing ikan ini merupakan ikan pengganggu karena sifatnya yang agresif terhadap ikan lain. masyarakat sekitar menyebut ikan sumatera ini dengan sebutan ikan aji-aji.